Satu Aplikasi untuk Semua yang Kamu Minati

#SelaluLebihTau

Download Kurio
Sekarang, Gratis!

beritagar.id

Teliti pemulihan DNA, tiga ilmuwan raih Nobel kimia

PROF Sara Snogerup Linse, Goran K. Hansson, dan Claes Gustafsson, anggota Dewan Nobel saat konferensi pers di Royal Swedish Academy, Stockholm, Swedia, Rabu (7/10/2015). Ilmuwan Swedia Tomas Lindahl, Paul Modrich (AS), dan ilmuwan kelahiran Turki Aziz Sancar meraih hadiah Nobel 2015 bidang Kimia untuk pemetaan bagaimana sel-sel memperbaiki DNA yang rusak.

Panitia Hadiah Nobel di Stockholm, Swedia, seperti dilansir VOA Indonesia, menganugerahkan Hadiah Nobel Kimia tahun ini kepada tiga ilmuwan atas karya mereka mengenai perbaikan DNA manusia, yang dapat digunakan dalam pengobatan kanker.

Situs KOMPAS.com menyebutkan Lindahl dari Francis Crick Institute dan Clare Hall Laboratory di Inggris, Modrich dari Howard Hughes Medical Institute dan Duke University School of Medicine di Amerika Serikat serta Aziz Sancar dari University of North Carolina di Amerika Serikat berhak atas hadiah delapan juta crown Swedia atau USD969 ribu (sekitar Rp13,5 miliar) atas hasil kerja mereka.

"Ini kejutan. Saya tahu bahwa selama beberapa tahun saya biasanya dipertimbangkan untuk dapat penghargaan itu, namun begitu juga dengan ratusan orang lainnya. Saya merasa beruntung dan bangga bisa terpilih hari ini," kata Lindahl, dari Lembaga Francis Crick kepada para wartawan seperti dikutip BBC Indonesia.

Kanor berita Antara menyebutkan ketiga penerima Hadiah Nobel Kimia 2015 memetakan bagaimana sistem-sistem perbaikan DNA berfungsi pada tingkat molekuler.

Lindahl menemukan mekanisme molekuler, dasar perbaikan eksisi, yang secara konstan mengimbangi kehancuran DNA.

Aziz Sancar memetakan perbaikan eksisi nukleotida, mekanisme yang digunakan sel untuk memperbaiki kerusakan DNA akibat ultra violet.

Orang-orang yang lahir dengan kecacatan dalam sistem perbaikan ini bisa kena kanker kulit jika mereka terpapar cahaya matahari.

Sel juga menggunakan perbaikan eksisi nukleotida untuk membetulkan kerusakan akibat substansi mutagenik.

Sementara Modrich menunjukkan bagaimana sel mengoreksi kesalahan yang terjadi ketika DNA bereplikasi selama pembelahan sel.

Mekanisme perbaikan ketidakcocokan ini mengurangi frekuensi kesalahan selama replikasi DNA hingga ribuan kali. Cacat kongenital dalam perbaikan ketidakcocokan antara lain menyebabkan kanker usus.

LIHAT ARTIKEL ASLI
Baca di App Kurio
BACA SELENGKAPNYA
Baca di App Kurio